BANGKINANG
Pelaksanaan Program Akselerasi Inovasi Daerah Kabupaten Kampar Tahun 2026 memasuki hari keempat yang digelar di Ruang Rapat Gulamo Bappeda Kabupaten Kampar, Kamis (16/4/2026).
Jika pada hari kedua dan ketiga sasaran kegiatan adalah Kepala SD Negeri, Kepala SMP Negeri, dan Kepala Desa, maka pada hari keempat ini kegiatan difokuskan kepada Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kampar. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperluas akselerasi inovasi hingga ke sektor pelayanan kesehatan.
Sebanyak 33 Kepala Puskesmas mengikuti kegiatan ini. Program Akselerasi Inovasi Daerah tersebut menghadirkan pemateri dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri dengan fokus pada penguatan teknis inovasi daerah.
Materi yang disampaikan pada hari keempat ini masih sejalan dengan hari sebelumnya, yakni terkait teknis akselerasi inovasi yang menitikberatkan pada peningkatan kematangan inovasi, replikasi inovasi, serta keberlanjutan inovasi. Materi disampaikan oleh Darmillah dan Ahdaniyar Siregar dari BSKDN Kemendagri, dengan moderator Kepala Bidang Litbang Bappeda Kabupaten Kampar, Dhesi Elyanti.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan konsultasi teknis yang membahas berbagai kendala serta solusi percepatan inovasi daerah, khususnya di lingkup Puskesmas. Para peserta tampak aktif menyampaikan pengalaman dan tantangan dalam mengimplementasikan inovasi di wilayah kerja masing-masing.
Di akhir pertemuan, disampaikan penegasan rencana tindak lanjut berupa penyiapan implementasi inovasi serta sinkronisasi dengan program dan kebijakan daerah. Langkah ini diharapkan mampu memastikan inovasi yang dikembangkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan di lingkungan kerja Puskesmas.
Dengan keterlibatan Kepala Puskesmas dalam mendorong inovasi daerah, Pemerintah Kabupaten Kampar semakin memperkuat komitmen dalam menghadirkan inovasi yang inklusif, aplikatif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (HERMAN JHONI)
////
Hari Keempat Akselerasi Inovasi Kampar Fokus Kepala Puskesmas, Dorong Inovasi Implementatif
BANGKINANG
Pelaksanaan Program Akselerasi Inovasi Daerah Kabupaten Kampar Tahun 2026 memasuki hari keempat, digelar di Ruang rapat Gulamo Bappeda Kabupaten Kampar, Kamis (16/4/2026). Kalai hari kedua dan keempat sasaran adalah Kepala SDN, SMPN dan Kepala Desa maka hari keempat ini sasaran adalah Kepala Puskesmas di Kabupaten Kampar.
Ada 33 Kepala Puskesmas yang mengikuti kegiatan program Akselerasi Inovasi Daerah Kabupaten Kampar Tahun 2026. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri dengan fokus penguatan teknis inovasi daerah.
Pada hari keempat ini, materi yang disampaikan masih sejalan dengan hari sebelumnya, yakni terkait teknis akselerasi inovasi yang menitikberatkan pada peningkatan kematangan inovasi, replikasi inovasi, serta keberlanjutan inovasi. Materi disampaikan oleh Darmillah dan Ahdaniyar Siregar dari BSKDN Kemendagri, dengan moderator Kepala Bidang Litbang Bappeda Kabupaten Kampar, Dhesi Elyanti.
Setelah penyampaian materi maka K
dilanjutkan dengan sesi diskusi dan konsultasi teknis yang membahas berbagai kendala serta solusi percepatan inovasi daerah, khususnya di tingkat lingkup Puskesmas. Para peserta aktif menyampaikan pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan inovasi di wilayah kerja Puskesmas masing-masing.
Di akhir pertemuan, disampaikan penegasan rencana tindak lanjut berupa penyiapan implementasi inovasi serta sinkronisasi dengan program dan kebijakan daerah.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan inovasi yang dikembangkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan di lingkungan kerja Puskesmas.
Dengan keterlibatan Kepala Puskesmas dalam memacu inovasi daerah, Pemerintah Kabupaten Kampar semakin memperkuat komitmen dalam mendorong inovasi daerah yang inklusif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (HERMAN JHONI)
