Bangkinang –
Memasuki hari kedua pelaksanaan Pra Musrenbang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kampar Tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Kampar membahas Rencana Kerja (Renja) delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT, bertempat di Aula Muara Takus Bappeda Kabupaten Kampar, Kamis (26/6/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP, M.Si, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Yusdiyen Hadinata, S.Si, M.Si, para kepala bidang, serta pejabat fungsional di lingkungan Bappeda Kabupaten Kampar.
Pembahasan Renja OPD dilaksanakan secara bergilir dalam dua sesi. Pada sesi pagi hingga menjelang siang, dibahas lima OPD, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan.
Sementara itu, pada sesi siang hingga menjelang sore, dibahas Renja tiga OPD lainnya, yaitu Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Masing-masing kepala OPD memaparkan rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2027 di hadapan Bupati, Wakil Bupati, dan Pj Sekda. Seluruh Renja tersebut dikupas secara mendalam, dengan berbagai arahan, koreksi, dan masukan strategis dari pimpinan daerah guna penyempurnaan perencanaan.
Dalam arahannya, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menekankan bahwa seluruh program dan kegiatan yang disusun harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh kepala OPD agar bekerja dengan penuh dedikasi dan keikhlasan. “Mari kita bekerja dengan hati, dan kita berbuat untuk masyarakat. Setiap program yang kita rencanakan harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” tegas Bupati.
Sementara itu, Wakil Bupati Kampar Misharti menambahkan bahwa prinsip utama dalam penyusunan program dan kegiatan APBD adalah memastikan keterbatasan anggaran tetap mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.
Oleh karena itu, ia menuntut seluruh kepala OPD untuk memiliki inovasi dan kreativitas dalam merancang program.
“Bagaimana dengan anggaran yang terbatas, program tetap bisa berjalan optimal, bahkan mampu dikembangkan, sehingga manfaatnya sampai kepada masyarakat. Apa yang kita buat ini harus benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Wabup juga menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga konsistensi perencanaan. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menambah atau mengurangi program yang telah disepakati tanpa sepengetahuan dan persetujuan pimpinan daerah.
Melalui pembahasan intensif Pra Musrenbang ini, diharapkan seluruh Renja OPD Tahun 2027 tersusun secara matang, terarah, dan selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Kampar, demi terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Herman Jhoni)
