Bappeda Kampar Gelar Program Akselerasi Inovasi Daerah 2026

BANGKINANG


Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  Kabupaten Kampar menggelar  Program Akselerasi Inovasi Daerah Tahun 2026 yang digelar di Aula Batu Tilam Bappeda Kabupaten Kampar selama 4 hari, 13 s.d 16 April 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Dr.  Hj. Misharti, SAg, M.Si. di ruang Batu Tilam Bappeda Kabupaten  Kampar, Senin (13/4/2026). 

Pada kesempatan Wakil Bupati Kampar, Misharti menyampaikan bahwa Program ini merupakan upaya strategis Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mempercepat munculnya, pengembangan, dan penerapan inovasi di berbagai sektor pembangunan, baik pemerintahan, ekonomi, maupun pelayanan publik, agar lebih efektif, efisien, dan kompetitif.

Wakil Bupati menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus mampu berinovasi dan tidak lagi bekerja secara biasa. “Inovasi tidak harus selalu besar, tetapi harus berdampak. Inovasi yang sederhana namun tepat sasaran akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan inovasi pada urusan wajib pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sektor sosial. Menurutnya, inovasi pada sektor tersebut merupakan tanggung jawab utama pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar masyarakat.

Kegiatan pembukaan diawali dengan laporan Kepala Bappeda Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP, M.Si yang disampaikan oleh  Sekretaris Bappeda selaku Pelaksana Harian Kepala Bappeda, Yusdiyen Hadinata, S.Si, M.Si,  dalam laporannya disampaikan bahwa tujuan program ini antara lain meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong kreativitas OPD, meningkatkan daya saing daerah, serta mempercepat pembangunan.

Program Akselerasi Inovasi Daerah Tahun 2026 dilaksanakan selama empat hari, mulai 13 hingga 16 April 2026, bertempat di Aula Batu Tilam dan Aula Muara Takus Bappeda Kabupaten Kampar. Peserta kegiatan meliputi seluruh perangkat daerah dan kecamatan, kepala sekolah, kepala desa, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Kampar.

Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh seluruh OPD dan kecamatan dengan agenda pembukaan, pemaparan kebijakan inovasi daerah, serta diskusi teknis bersama narasumber dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri. Hari kedua diikuti oleh kepala sekolah SD dan SMP, hari ketiga oleh kepala desa, dan hari keempat oleh kepala puskesmas, dengan fokus pada peningkatan kematangan inovasi, replikasi, dan keberlanjutan inovasi.

Sementara itu, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintahan, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri, Dr. Ir. David Yama, M.Sc, MA, dalam paparannya menyampaikan hasil evaluasi Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Kampar.

Ia menjelaskan bahwa Kampar menunjukkan tren yang cukup baik, dengan predikat “Inovatif” dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, Kabupaten Kampar mencatat skor 58,43 dari 57 inovasi yang divalidasi, serta menempati posisi kedua di Provinsi Riau.

Menurutnya, inovasi daerah merupakan pembaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bertujuan meningkatkan kinerja dan mempercepat kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan lahirnya berbagai inovasi baru di setiap perangkat daerah, penguatan kapasitas aparatur, serta terbangunnya ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah inovasi yang dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri melalui sistem Indeks Inovasi Daerah, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.


Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak, termasuk akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, untuk berkolaborasi dalam membangun inovasi daerah “Sinergi semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Kampar,” pungkasnya.  (Herman Jhoni)